#spaceads {margin:0px;padding:0px;text-align:center} #spaceads img {margin:2px 2px;text-align:center;-webkit-border-radius: 5px;-moz-border-radius: 5px;border-radius: 5px;-webkit-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;-moz-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;} #bukarahasiaads img:hover {-moz-opacity: 0.7;opacity: 0.7;filter:alpha(opacity=70);}

Rabu, 02 November 2011

WANITA PARUHBAYA, SAPU LIDI DAN JALANAN…

Saat matahari masih enggan beranjak dari peraduannya, wanita paruh baya ini telah meninggalkan balai-balai tidurnya yang rapuh. Meninggalkan sisa-sisa mimpi yang kadang membuatnya tersenyum. Namun dia harus segera menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan suami dan seorang anak perempuannya.
Pagi yang dingin, pagi yang gelap dan pagi yang memberi harapan. Perempuan ini menatap keluar dibalik dinding kayu rumah yang tak lagi kokoh, sambil mempersiapkan segala keperluan yang akan dipakai saat bekerja. Pekerjaan yang seharusnya bukan menjadi pekerjaannya.

Dengan topi yang sederhana, penutup mulut yang kumal dan sapu lidi dipundak, dia melangkah keluar, meninggalkan suami dan anak yang masih terlelap. Menatap mentari pagi yang perlahan mulai memperlihatkan rona keayuannya.
Menyusuri jalanan yang panjang dan sepi, dia melangkah dengan pasti menuju tempat yang dituju, tempat yang menjadi tanggung jawabnya.

Perlahan-lahan dia mengayunkan sapu yang ada ditangannya mencoba menggapai sisa-sisa sampah atau dedaunan yang ada diatas jalanan yang masih sepi. Tangan perempuan yang halus, namun harus melakukan pekerjaan yang kasar demi tuntutan kehidupan. Dia terus mengayuhkan sapu lidi ditangannya yang tak pernah pergi meninggalkannya, hingga pekerjaannya selesai.

Matahari mulai menunjukkan sinarnya yang hangat, bersamaan dengan pengguna jalan yang berlomba dengan waktu, melaju kencang dengan kendaraan yang nyaman, tanpa peduli ada seorang permpuan paruh baya yang sedang melakukan pekerjaannya. Tanpa peduli bahwa perempuan ini yang selalu setia setiap pagi memberi kita jalan yang bersih dan indah. Memberi kenyamanan pada mata kita untuk menatap jalanan yang elok dan segar.

Dia berehenti sejenak menatap jalanan panjang yang tadinya kotor, kini menjadi bersih. Dengan tersenyum bahagia dia pergi meninggalkan jalan itu, dengan sapu lidi di pundak dia beranjak, seakan menyampaikan salam untuk menunggunya esok pagi, karna dia akan kembali untuk jalan itu..

Dengan berdiri didepan cermin kita dapat melihat diri kita apa adannya, dan berusaha menutupi kekurangan yang ada walau dengan cara apapun.
Ketulusan melakukan sebuah pekerjaan tidak selalu diukur dengan seberapa besar upah yang didapat, namun seberapa besar pekerjaan itu berguna untuk orang lain…

Dapat menikmati keindahan adalah anugrah, namun yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memelihara keindahan itu agar tetap menjadi anugrah buat kita, juga buat orang lain..


032011....................

Selasa, 09 Agustus 2011

Soal Latihan KKPI 1.

1. Jelaskan langkah-langkah membuat E-mail dengan Yahoo.com dan g-mail.com

Kirim jawaban ke alamat E-mail : Familysibero@yahoo.com
Sertakan Nama dan Kelas.
Paling lambat tanggal 18 Agustus 2011.

Senin, 08 Agustus 2011

CENGAR-CENGIR di PEREMPATAN..

Berwajah kumal, rambut acak-acakan serta pakaian yang compang-camping, Duduk terdiam dibawah tiang lampu jalan. Dengan tatapan yang kosong seakan menerawang jauh kedepan dan se-sekali raut mukanya berubah tersenyum terkadang disertai tawa yang ngakak, namun tiba-tiba raut muka yang bahagia berubah murung hingga menagis.
Dengan seketika perubahan yang begitu cepat, bagai seorang actor terkenal yang dengan gampangnya berubah lakon, bagai seorang politikus yang juga dengan gampangnya melupakan janji.

Tak berapa lama dia mengais-ngais tanah yang ada dihadapannya, entah apa yang dicari, mungkin mencari kekasihnya yang hilang hingga membuat dia GILA, mungkin mencari anaknya yang pergi dibawa istri yang SELINGKUH dengan lelaki lain, atau mungkin mencari nasi yang hilang di embat para PENGUASA negeri ini, atau entah apa.
Kembali cengar-cengir sambil menggaruk-garuk kepala yang penuh dengan kutu bahkan mungkin juga kecoa bersarang dikepalanya, karna selama dia menjadi GILA tak lagi pernah keramas, yang entah mulai kapan.

Tanpa beban, tak peduli dengan apa yang akan dimakan siang ini, tidur dimana malam ini, tak peduli dengan koalisi, tak peduli dengan posisi, tak peduli dengan jabatan, bahkan tak peduli dengan apa yang terjadi di negeri ini.
Tak pusing dengan harga kedelai yang merangkak naik, tak bingung dengan harga minyak yang makin mahal, tak resah dengan harga beras yang membuat nafsu makan menjadi hilang, dan tak juga kuatir dengan harga cabai yang enggan turun.
Cukup dengan mengais tong berharap menemukan sisa makanan dan menyantapnya, atau berharap menemukan sisa makanan yang tercecer dijalan, dan tak peduli dengan tatapan jijik dari orang sekitar.

Mereka memang GILA, tapi mereka tak berdaya, mereka tak tau apa yang mereka lakukan, namun mereka juga masih manusia, yang tak ingin demikian dan tak seharusnya dibiarkan…

TETAP SEMANGAT…

Hft..

Kamis, 07 Juli 2011

BUAH TANGAN DARI MERAPI..

Aku berdiri…………..

Menatap hamparan luas padang pasir dengan bebatuan yang berserakan tak beraturan, melihat pohon-pohon kering yang masih mampu berdiri tegak walau tak lagi terlihat garang karna yang tersisa hanya ranting dan dahan yang kering, dan menyaksikan rumah-rumah tak berpenghuni yang ditinggal pemiliknya ke barak-barak pengungsian dan hampir rata tertimbun pasir yang tak mau mengerti.

Sesaat aku terdiam dan saat itu juga pikirku melayang membayangkan bagaimana dahsyatnya bencana kalaitu, aliran lahar panas maupun lahar dingin menghantam tempat dimana aku berdiri saat itu. Kali yang dulunya dalam didasar jurang (kata salah satu warga yang kami temui, kali ini disebut kali Gendol), kini lebih tinggi dari pemukiman penduduk. Membayangkan bagaimana panasnya awan panas yang masyarakat sekitar menyebutnya “wedus gembel” berterbangan menyapu dan menyengat pepohonan yang dihinggapinya, yang kini tinggal ranting dan dahan kering. Mungkin yang ada hanyalah kepanikan, ketakutan, dan kebingunan.

Dalam sekejab desa yang biasannya ramai, biasanya ramah, biasannya bersahaja dan biasanya hijau dan subur, berubah menjadi desa yang mencekam, desa yang penuh dengan ketakutan, desa yang taklagi berpenghuni, dan menjadi desa yang kering dan gersang seperti saat ini.

Bulu kudukku tiba-tiba berdiri, aku merinding, seakan mendengar setiap jeritan yang terjadi saat itu. Jeritan kebingunan mau berlari kemana karna awan panas melesat bagai kilat dan menghanguskan setiap benda yang dilaluinya. Menjerit karna bencana itu membawa penderitaan dan kesengsaraan.
Aku tak mampu berkata-kata, membayangkan seandainya aku ada disana disaat bencana itu terjadi, mungkin aku takakan mampu berbuat apa-apa, mungkin tak akan seperti ini, mungkin aku sudah akan menghadapNYA seperti para korban-korban yang lain, atau mungkin bagian tubuhku tak akan se-sempurna ini karna hilang terkena awan panas atau lahar panas.

Lagi-lagi aku hanya bisa terdiam menatap sisa keganasan alam yang luar biasa yang menempatkan aku terlihat kecil dan tak ber-arti apa-apa dimata Tuhan. Menghancurkan setiap kesombongan yang ada didalam jiwa. Hanya doa-doa kerendahan hati yang mampu tersampaikan serta berharap ada kebahagiaan yang lebih besar dibalik segala bencana yang terjadi.

Seperti judul sebuah lagu “ Badai Pasti Berlalu”, maka setelah sekian lama bencana itu terjadi, badai itupun sudah mulai berangsur-angsur berlalu, kehidupan perekonomian masyarakat merapi mulai membaik, tanah pertanian sudah mulai dapat digarap,tumbuhan dan tanaman sudah mulai bertunas , bahkan aku sempat melihat tanaman labu yang sedang berbuah dan buahnya luar biasa besarnya, dan ini menyingkirkan kegersangan berganti kesuburan.

Selalu ada hikmat dibalik segala perkara, lokasi bencana menjadi objek wisata yang menarik bagi banyak orang yang ingin menyaksikan sisa-sisa keganasan alam saat itu. Dan ini menjadi sumber penghidupan yang baik bagi masyarakat sekitar.
Para pengunjung tidak hanya tertegun melihat keganasan bencana yang terjadi saat itu, namun juga terpesona oleh wajah merapi yang mulai tersenyum dengan memancarkan senyum kedamaian, menyambut dengan keramahan bersama dengan hembusan angin yang lembut menyentuh tubuh. Tunas-tunas pohon yang elok seperti menari diterpa angin yang dingin menambah keindahan.

Tak ingin rasanya beranjak dari tempat itu namun waktu memaksa kami untuk segera pamit, dan melanjutkan perjalanan, karna kami harus kembali ke Madiun.
Terima kasih Tuhan karna dibalik hujan yang deras akan selalu Engkau berikan pelangi yang indah. Terima kasih Tuhan karna kami diijinkan untuk melihat, karna dengan melihat kami juga dapat merasakan penderitaan dan kepedihan mereka, hingga dengan demikian kita dapat lebih bersyukur.

Buah Tangan dari MERAPI 22 Mei 2011. Hft…

Rabu, 02 Maret 2011

SELAMAT MENIKMATI PENDERITAAN…


Kita tidak lagi dapat berharap banyak dari para pengelola negeri ini, kita tak lagi dapat menuntut banyak dari para pemimpin negeri ini, seperti apa yang mereka janjikan saat mereka berkampanye. Berkoar-koar dengan suara yang lantang dengan segudang janji-janji manis yang tak ada pahitnya. Namunapa yang terjadi setelah mereka terpilih, siapa lo,, mungkin itulah yang mereka katakan jika ada masyarakat yang menagih janjinya. Dan lupa jika yang membuat mereka duduk di kursi empuk adalah masyarakat yang mereka bohongi.

Sifat inilah yang kini banyak menghinggapi para memimpin kita saat ini, mudah lupa dengan janji, namun tidak pernah lupa menuntut kenaikan gaji, tidak pernah lupa dengan mobil dinas yang mewah, dengan tunjangan- tunjangan lain yang semuannya diambil dari keringat masyarakat yang mereka bohongi.

Ditengah carut-marutnya negeri ini, ditengah tidak kenormalan negeri ini, kita hanya dapat berharap kepada diri sendiri, sekedar mampu bertahan hidup ditengah keadaan seperti ini, mungkin sudahlah cukup. Seperti ada judul lagu yang saya lupa penyanyinya, “ ya sudahlah”. Artinya yang tinggal hanya kepasrahan, pasrah dengan apa yang terjadi saat ini, dan tak tahu harus berbuat apa.

Mungkin penggalan lagu bang Roma, “yang kaya makin kaya,yang miskin makin miskin”, semakin membuktikan. Yang kaya akan terus memperkaya dirinnya walau itu dengan cara apapun, tak peduli dengan nasib negeri ini selanjutnya yang penting apa yang dapat aku ambil saat ini. Sikut sana sikut sini sudah menjadi pemandangan yang biasa. Hidup berkelebihan dengan rumah yang megah ditengah masyarakat dengan rumah yang hampir rubuh tanpa rasa malu. Malu karna itu dibangun dengan mencokot uang jatah rakyat.

Sementara yang miskin akan semakin miskin, jangankan tinggal dirumah mewah, mengganti satu genteng yang pecah saja mungkin sudah tak mampu. Ditabah lagi jika jatah raskin yang jelas-jelas milik mereka, juga ada saja yang tega ngembat. Jatah berobat gratis yang jelas-jelas milik mereka, juga dipersulit dengan alasan administrasi, lempar sana lempar sini. Ditambah lagi mereka dilayani dengan senyuman yang sinis dan tutur kata yang kasar, jika tahu pasien yang ditangani adalah pasien miskin dengan kartu jamkesmas. Mana yang katannya pelayanan prima, kalau ternyata seperti itu. Akan jauh berbeda jika yang sakit orang berduit, orang berpangkat atau entah apalah namanya yang penting mereka banyak uang, maka akan dilayani dengan muka senyum dan tutur kata yang ramah.

Dengan kondisi demikian apalagi yang dapat mereka harapkan dari negeri yang katannya makmur ini kalau hak yang jelas milik mereka saja tidak mereka dapatkan.
Dengan kondisi ini masihkah mereka bisa bangga menjadi bagian dari negeri ini, ../?

Hft..

Senin, 14 Februari 2011

Semua TEntang CInta...

Kalau ada kata yang belum aku katakan kepadamu

maka akan aku katakan...



Kalau ada sesuatu yang belum aku sampaikan kepadamu

maka akan aku sampaikan....



Kalau ada yang belum aku berikan kepadamu

maka akan aku berikan...



Kalau ada kebaikan yang belum aku lakukan kepadamu

maka akan aku lakukan...



Kalau aku bisa menjadi seperti dirimu

maka aku ingin seperti dirimu...



Dan kalau masih ada cinta dihatimu

Maka aku ingin mencintaimu....

Senin, 06 Desember 2010

PENGEMIS BUTA DIPEREMPATAN….

Berdiri tanpa melihat, tangannya menjulurkan sebuah kantong yang kosong, mengharap belas kasihan para pengguna jalan yang berhenti sesaat menanti lampu kembali berwarna hijau.

Mulutnya diam tak berkata, raut mukannya suram tanpa expresi, matanya tetap terpejam karna memang dia tak dapat melihat. Walau mulutnya diam tapi mungkin hatinya berkata-kata, walau raut mukannya suram tapi mungkin dia tetap ingin terlihat cantik, walau dia tak dapat melihat tapi mungkin mata hatinya lebih peka dari orang yang dapat melihat.

Dia tetap berdiri, menunggu, menanti sekeping atau selembar rupiah yang disisipkan di kantong yang ia bawa, sedikit anggukan kepala, sedikit senyuman manis di bibir ia usahakan untuk sekedar berterima kasih kepada penggendara yang dengan iklas memberikan sedikit uang untuknya, walaupun ia tak dapat melihat. Dia tak meminta lebih, dia tak meminta banyak, yang ia inginkan hanya sekeping atau sepeser uang logam yang bagi kita mungkin tak bernilai.

Sesaat dia terduduk, mungkin kelelahan terlalu lama berdiri, menikmati lalu lalang pengendara yang tak dapat ia lihat. Dia hanya dapat merasakan dan pasrah kepada sang khalik untuk hidupnya yang seperti ini. Dan tetap harus dapat hidup walau harus terus berdiri di perempatan jalan sebagai seorang pengemis buta.

Terkadang kita menganggap mereka lebih rendah dari kita, tapi sebenarnya siapakah yang lebih rendah. Mereka memang meminta, namun mereka tidak memaksa apalagi merampok dan merugikan orang lain. MEreka hanya mencari kesempatan untuk dapat bertahan hidup sampai esok hari dan tak berharap lebih. Dan bandingkan dengan kita, dengan para koruptor yang dengan nyata ngemplang uang Negara namun tetap tak sadar dan merasa benar.

Mungkin itulah kenyataan hidup, Tuhanpun tidak menciptakan semua manusia itu kaya, semua manusia itu baik, semua manusia itu sempurna, namun yang pasti kita diciptakan Tuhan dengan tujuan yang mulia dan bukan dengan sembarangan.

Tetap Semangat, tetap bersyukur, karna sekecil apapun rejeki yang kita dapat kalau itu kita lakukan dengan benar, itu adalah berkat luar biasa dari Tuhan…

Jumat, 03 Desember 2010

MONARKI DAN JOGJA…

Belum lagi usai menuntaskan permasalahan yang ditimbulkan akibat merapi, Jogja sudah diobok-obok dengan masalah Monarki. Masalah yang sempat membuat heboh pare elit, tapi hanyut bersama lahar dingin merapi, dan kini kembali muncul.
Sepertinya masih banyak pekerjaan yang lebih besar deh.. dari pada sekedar ngurusin masalan monarki yang nyata-nyata jogja adalah daerah yang memiliki keistimewaan.
Mestinya akan lebih baik pemerintah lebih ngurusin pengungsi merapi yang sampai saat ini gak jelas juntrungnya. Banyak yang kehilangan tempat tinggal, harta benda bahkan nyawa.

Atau ngurusin kasus Gayus yang bikin seluruh rakyat Indonesia geregetan seperti lagunya Sherina. Ini malah ngurusin Gubernur Jogja yang jelas-jelas didukung penuh oleh rakyatnya, sampai-sampai warga akan ancam memboikot Pemilukada DIY.
Seorang pemimpin yang baik dimata rakyatnya adalah pemimpin yang didukung penuh oleh rakyatnya, gak penting dan gak pedui berapa lama sang pemimpin menjabat. Yang penting wialayahnya aman, tentram, dan mementingkan kebutuhan rakyatnya. Dari pada seorang pemimpin yang terpilih karna kekuatan money politik.

Untuk itu saya saranan kepada pemerintah, lebih baik deh tuntaskan dulu kasusnya Gayus, atau jangan-jangan isu monarki sengaja dihembuskan untuk mengalihkan perhatian public dari masalah Gayus yang banyakmelibatkan orang-orang penting di Negeri ini. Seperti kebanyakan kasus besar lainya yang gak pernah ber ujung…

Jangan sampai deh….

Senin, 04 Oktober 2010

LELAKI TUA, SAMPAH DAN GEROBAKNYA…

Tertatih berjalan sambil menarik gerobak yang hampir penuh dengan sampah.. ditemani kerumunan lalat yang dengan setia menemani langkah kakinya yang renta…
Kulit keriput, hitam legam, dengan tenaga yang masih tersisa dia menghampiri sebuah tong yang tentunya berisi sampah, dan dengan perlahan dipindah kedalam gerobaknya,
Tanpa ragu-ragu tangan keriput itu begitu nikmatnya mengaduk, menjamah dan menyentuh sampah yang denger namannya saja kita sudah pengen MUNTAH.
Namun tidak dengan lelaki ini, aroma yang tercium tidak lagi membuatnya hilang selera makan, denger namanya tidak lagi membuatnya muntah, setiap hari bergumul dengan sampah sudah membuatnya menjadi betah, yang terpenting baginya adalah sampah ini bisa menjadi uang, yang mungkin nilainya tidak cukup ditukar dengan satu kilo beras, tapi itu tetap harus dia lakukan.
Dia sampai dibawah sebatang pohon yang rimbun dan berhenti, melepas penat, sambil mengeluarkan sebatang rokok yang tak bermerk dari saku kumelnya, menghisap dalam-dalam dengan tatapan kosong, yang aku sendiri tak tau apa yang sedang ia pikirkan. Yang jelas, terlihat begitu menikmati tarikan demi tarikan dari sebatang rokok yang tak ber-MERk tersebut. Hatinya mungkin menerawang jauh membayangkan kebahagiaan yang tak akan pernah dia dapatkan, mengingat kondisinya yang demikian. Hingga sebatang rokok ditangan habis ter-isap.
Dia bangkit dan terus berlalu menghampiri tong-tong lain, yang selalu setia menantinya,menunggu untuk diangkut, hingga tak bersisa dan berlalu. Tak ada keluhan, tak ada gerutuan, hanya se-sekali mulutnya komat kamit dan tak tau apa yang diucapkanya. Mungkin bersyukur akan pekerjaan hari ini yang masih dapat ia lakukan, bersyukur karna masih ada sampah yang bisa diangkat. Apa jadinya jika tak ada sampah yang harus diangkat, maka lelaki tua ini akan kehilangan pekerjaannya. Siapa yang memikirkan nasibnya, nasib istrinya, siapa..??. Mungkin karna itulah mulutnya tak henti berdoa, sehingga besok, lusa dan hari-hari selanjutnya masih ada dan selalu akan ada sampah yang bisa diangkut. Sehingga mulut masih dapat merasakan nikmatnya nasi walau berasnya bukan beras yang mahal dan lauknya bukan lauk yang nikmat…
Kadang kita tak peduli, acuh tak acuh, meremehkan bahkan memandang sebelah mata apa yang dikerjakan lelaki tua ini. Bukan karna keinginannya, sehingga setiap hari dia harus menarik gerobak dan menghampiri tong-tong sampah, tapi karna keadaanlah yang membuatnya menjadi demikian…
Dengan melihat kita dapat merasakan, dengan merasakan kita dapat mengerti arti kesulitan dan kebahagiaan orang lain dank ta semakin peduli terhadap sesama. Tetap semangat kawan….
Madiun, 29 september 2010

Senin, 30 November 2009

ATLANTIC

Peta lokasi Benua Atlantic

Legenda yang berkisah tentang “Atlantis”, pertama kali ditemui dalam karangan filsafat Yunani kuno:
Dua buah catatan dialog Plato (427-347 SM) yakni: buku Critias dan Timaeus.

Pada buku Timaeus, Plato berkisah: Di hadapan “Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut. negara besar yang mempunyai peradaban tinggi itupun lenyap dalam semalam.”

Satu bagian dalam dialog buku Critias, tercatat kisah Atlantis yang dikisahkan oleh adik sepupu Critias.
Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates , tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog.Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis. Catatan dalam dialog, secara garis besar seperti berikut ini:

“Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya: istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas,cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat,tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.”

ATLANTIS digambarkan sebagai peradaban dengan tingkat kemajuan teknologi yang tinggi.Konon,Pesawat Terbang,Pendingin ruangan,batu baterai,dll telah ada pada masa itu

Penyelidikan Arkeolog
Menurut perhitungan versi Plato, waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.

Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benarnyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

*Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?

*Awal tahun ‘70-an, sekelompok peneliti telah tiba di sekitar kepulauan Yasuel, Samudera Atlantik. Mereka telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?

*Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia! Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?

*Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.

Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah Piramida berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?

*Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil,bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan: “Mutlak percaya, yang kami temukan adalah Benua Atlantik! Sama persis seperti yang dilukiskan Plato!” Benarkah itu?

Foto peninggalan bangunan kuno di dasar laut yang diambil tim ekspedisi Rusia, juga tidak dapat membuktikan di sana adalah bekas tempat kerajaan Atlantis. Setelah itu ada tim ekspedisi menyelam ke dasar samudera jalan batu di dasar lautan Atlantik Pulau Bimini, mengambil sampel “jalan batu” dan dilakukan penelitian laboratorium serta dianalisa.
Hasilnya menunjukkan, bahwa jalan batu ini umurnya belum mencapai 10.000 tahun. Jika jalan ini dibuat oleh bangsa kerajaan Atlantis, setidak-tidaknya tidak kurang dari 10.000 tahun. Mengenai foto yang ditunjukkan kedua kelasi Norwegia itu, hingga kini pun tidak dapat membuktikan apa-apa.

Satu-satunya kesimpulan tepat yang dapat diperoleh adalah benar ada sebuah daratan yang karam di dasar laut Atlantik. Jika memang benar di atas laut Atlantik pernah ada kerajaan Atlantis, dan kerajaan Atlantis memang benar tenggelam di dasar laut Atlantik, maka di dasar laut Atlantik pasti dapat ditemukan bekas-bekasnya. Hingga saat ini, kerajaan Atlantis tetap merupakan sebuah misteri sepanjang masa.
Pernah sekitar thn 2003 lalu, nonton acara di Metro TV yang judulnya Ultimate 10,pada saat itu membahas 10 Tempat Paling Misterius di Dunia,dan ternyata Atlantis duduk pada urutan pertama diatas Misteri Segitiga Bermuda dan Danau Loch.Dari situ aq baru tahu,klo Atlantis memang Tempat Misterius nomor satu yang membuat orang-orang di dunia penasaran setengah mati.Pada saat penayangan Atlantis,diputar sebuah film dokumenter mengenai pelacakan benua yang hilang tersebut oleh para tim arkeolog.Dan benar,dari kesaksian didasar laut perairan dangkal Karibia ditemukan semacam jalan setapak yang sangat panjang dengan struktur yang sangat modern.

Filed under: Wonderful (storyonearth.wordprees.com)

Minggu, 29 November 2009

BOROBUDUR


Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra.


Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur berarti Biara di atas bukit. Sementara menurut sumber lain berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara sumber lainnya mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat, berukuran 123 x 123 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat.

Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

*
Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu.
*
Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka.
*
Arupadhatu, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk.
*
Arupa, bagian paling atas yang melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang akan terbaca secara runtut berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana, ada pula relief-relief cerita jātaka. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).
Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Seorang budhis asal India bernama Atisha, pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini. Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut “The Lamp for the Path to Enlightenment” atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.



Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikelilingii rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Hal tersebut berdasarkan prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi, kemungkinan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi. Desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo terdapat aktivitas warga membuat kerajinan. Selain itu, puncak watu Kendil merupakan tempat ideal untuk memandang panorama Borobudur dari atas. Gempa 27 Mei 2006 lalu tidak berdampak sama sekali pada Borobudur sehingga bangunan candi tersebut masih dapat dikunjungi.

Sejarah Candi Borobudur

Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar.


Arca Budha dalam relung Candi Borobudur– (arie saksono)

Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.

Nama Borobudur

Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yang menafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit.

Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya. Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat.

Pembangunan Candi Borobudur

Candi Borobudur dibuat pada masa Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan Raja Samarotthungga. Arsitektur yang menciptakan candi, berdasarkan tuturan masyarakat bernama Gunadharma. Pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M. Menurut prasasti Kulrak (784M) pembuatan candi ini dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya yang sangat dihormati, dan seorang pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddis Tantra Vajrayana. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarotthungga, dan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani.

Sebelum dipugar, Candi Borobudur hanya berupa reruntuhan seperti halnya artefak-artefak candi yang baru ditemukan. Pemugaran selanjutnya oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann, setelah itu periode selanjutnya dilakukan pada 1907-1911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan karena dimakan zaman sampai kepada bentuk sekarang. Van Erp sebetulnya seorang ahli teknik bangunan Genie Militer dengan pangkat letnan satu, tetapi kemudian tertarik untuk meneliti dan mempelajari seluk-beluk Candi Borobudur, mulai falsafahnya sampai kepada ajaran-ajaran yang dikandungnya. Untuk itu dia mencoba melakukan studi banding selama beberapa tahun di India. Ia juga pergi ke Sri Langka untuk melihat susunan bangunan puncak stupa Sanchi di Kandy, sampai akhirnya van Erp menemukan bentuk Candi Borobudur. Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Krom, yakni tentang ajaran Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana.

Penelitian terhadap susunan bangunan candi dan falsafah yang dibawanya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan candi lainnya yang masih satu rumpun. Seperti halnya antara Candi Borobudur dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang secara geografis berada pada satu jalur.

Materi Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia.

Misteri seputar Candi Borobudur

Sampai saat ini ada beberapa hal yang masih menjadi bahan misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, misalnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut batu dari daerah asal sampai ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalam ukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk asli batu gunung, berapa lama proses pemotongan batu-batu itu sampai pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halaman candi sampai ke puncak, alat derek apakah yang dipergunakan?. Gambar relief, apakah batu-batu itu sesudah bergambar lalu dipasang, atau batu dalam keadaan polos baru dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bagian mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas? masih banyak lagi misteri yang belum terungkap secara ilmiah, terutama tentang ruang yang ditemukan pada stupa induk candi dan patung Budha, di pusat atau zenith candi dalam stupa terbesar, diduga dulu ada sebuah patung penggambaran Adibuddha yang tidak sempurna yang hingga kini masih menjadi misteri.

Kronologis Penemuan dan pemugaran Borobudur

*
1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
*
1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.
*
1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.
*
1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.
*
1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.
*
1956 - pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.
*
1963 - pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.
*
1968 - pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.
*
1971 - pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.
*
1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.
*
10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984
*
21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali.
*
1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Rabu, 18 November 2009

MUSIM BARU TLAH TIBA


Hujan itu akhirnya jatuh juga,
Setelah sekian lama langit berwarna hitam,
Dengan kilat yang tak henti menyambar,

Mencoba mencumbui permukaan bumi,
Yang telah lama lelah dan dahaga,
Tersenyum menyambut titik demi titik air hujan,
Yang datang menghampirinya,

Sesaat kepanasan dan terik itu segera berlalu,,
Berganti dengan kesegaran dan kesejukan,…

Pucuk-pucuk ranting seakan tak ingin,..
Melewatkan hujan yang baru saja tiba,,
Membawa kesegaran dan damai,,

Bunga-bunga menari-nari tertiup angin,
Bergoyang sambil menyebar wewangian,,
Kesetiap penjuru Bumi..

Burung-burung bernyanyi dengan gembira,
Bersenandung dari satu ranting ke ranting yang lain,
Menyambut musim baru yang lama ditunggu…

Aku hanya dapat menatap hari dibalik jendela..
Memandangi hari yang tersenyum dengan kebahagiaan.
Sambil berharap kalau hujan hari ini dapat memberi bahagia,,


sendirimengisiwaktuMadiun,13112009

Kamis, 12 November 2009

HAYALANKU…


Saat kupandang luasnya hamparan,,,
Padi yang mulai menguning…
Bergoyang tertiup angin..
Seakan memberi gairah pada ribuan….
Burung nakal tuk segera mencumbui…
Wanginya aroma yang menggoda….
Namun dia tetap bergoyang seakan menikmati…
Cumbuan yang tak pernah berhenti….
Sampai apa yang dimilikinya akan hilang…
Dan ribuan burung-burung itu akan kembali pulang…
Sementara aku tetap disini…
duduk sendiri dibawah rimbunnya pohon bamboo…
yang melindungi aku dari panasnya matahari…
merasakan nikmatnya hembusan angin yang…
indah membelai jiwa….
Ingin ku berbagi tentang semua ini dengan dirimu…
Ingin ku merasakan indahnya ala mini bersama denganmu…
Tapi aku tetap sendiri menatap kosong….
Tanpa hadirmu disampingku……

Madiun, 24 januari 2004…, menjemput senja..

Rabu, 28 Oktober 2009

JANGAN PERNAH MENYERAH…

Jangan pernah menyerah kawan….
Seperti MAlAm yang terus merayap menjemput paGI…

Jangan pernah menyerah kawan….
Seperti PElangi yang tak pernah lelah membelai CakrAWAla…

Jangan pernah menyerah Kawan….
Seperti Matahari yang tak pernah LEtih memberi TeRAng……..

Jangan Pernah menyerah KawAn….
Seperti LEntera yang terus MEnyala waLau dihempas BAdai….

Jangan perNAh MEnyerah Kawan….
Seperti OMbak yang tak PErnah BOsan mencumbui tePIAn Pantai….

Jangan pernah menyerah Kawan….
Seperti rembulan yang terus berSINar walau dipeluk MAlam…

JAngan pernah menyerah kawan….
Seperti Bunga yang terus memberi keharuman walau itu tak abadi…..

Jangan pernah menyerah kawan…..
Walau cobaan tiada pernah berhenti……

Jangan pernah menyerah kawan….
Walau kita tak PErnah sempurna…..

Tatap jauh kedepan…..
Hadapi kenyataan dengan kepastian…

Tetap semangat dan terus berkarya….
DEMI masa depan yang PASTI lebih baik…..

Dan yakinlah bahwa dibalik Semua Kepedihan…
AKAn ada KEBAHAGIAAN……

(Untuk saudaraku……..)

Jumat, 09 Oktober 2009

TUHAN TAK PERNAH SALAH..

Hidup memang tidaklah sempurna teman…
Tapi hiDUP pasti memberi arti yang sempurna…
Jangan pernah mensia-siakan hidup…
Karna hiDUP sangatlah berarti….

Hidup mungkin hanyalah satu kali…
Hargai hidup dan buat hidup menjadi indah….

Tak akan ada kehidupan keDUA yang saMA….
Lakukan yang baik dan berikan yang TERbaik….
Lukiskan hidupmu pada sejarah dunia….
Dengan tinta keBAHAgiaan dan KEDamaiaaN…..

JangAN pernah putus ASA walau apa dan bagaimana….
Yakinlah bahwa hari eSOk akan lebih baik….
Untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik….

Buat TUHAN tersenyum akan arti hidup KITA….
Dan yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah salah….
Karna Talah memberi kita sedikit NAFAs untuk kita bias HIDUP…

TUHAN TAK PERNAH SALAH..

Hidup memang tidaklah sempurna teman…
Tapi hiDUP pasti memberi arti yang sempurna…
Jangan pernah mensia-siakan hidup…
Karna hiDUP sangatlah berarti….

Hidup mungkin hanyalah satu kali…
Hargai hidup dan buat hidup menjadi indah….

Tak akan ada kehidupan keDUA yang saMA….
Lakukan yang baik dan berikan yang TERbaik….
Lukiskan hidupmu pada sejarah dunia….
Dengan tinta keBAHAgiaan dan KEDamaiaaN…..

JangAN pernah putus ASA walau apa dan bagaimana….
Yakinlah bahwa hari eSOk akan lebih baik….
Untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik….

Buat TUHAN tersenyum akan arti hidup KITA….
Dan yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah salah….
Karna Talah memberi kita sedikit NAFAs untuk kita bias HIDUP…